MESIOTDA Media Interaksi Otonomi Daerah
  1. MESIOTDA
  2. INFO AKTUAL

Butuh biaya sangat besar, Plt Gubernur Jakarta menilai demo merugikan

"Makin banyak demo, makin berkurang biaya pelayanan untuk masyarakat dan pelayanan publik."

©2017 Merdeka.com Editor : Anton Sudibyo | Kamis, 30 Maret 2017 15:40

Merdeka.com, Mesiotda - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengungkapkan kerugian masyarakat Jakarta dengan maraknya demonstrasi. Karena besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah.

Soni sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pengamanan demo butuh anggaran yang cukup besar. Dia juga mengatakan, seharusnya anggaran tersebut bisa digunakan untuk melayani masyarakat seperti meningkatkan pelayanan maupun infrastruktur.

"Yang jelas, kalau Anda makin sering demo, pasti mengurangi jatah untuk masyarakat, terutama dalam pembangunan. Karena demo itu, untuk menanganinya, yang demo butuh keluar duit, yang menangani juga keluar duit. Pasti," kata Soni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Mantan Plt Gubernur Manado itu menjelaskan ada uang yang diperuntukkan buat pengamanan aksi demo tersebut.

"Pasti akan keluar uang dan uang yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan buat rakyat terpaksa dialihkan untuk menangani demo," tuturnya.

"Jadi, makin banyak demo, makin berkurang biaya pelayanan untuk masyarakat dan pelayanan publik," imbuhnya.

Dia pun menambahkan pemerintah tidak memberi pos pada keperluan pengamanan aksi demonstrasi. Pemprov DKI Jakarta biasanya mengalihkan sementara buat menutup anggaran tersebut.

"Pemerintah nggak pernah menganggarkan, misalnya tahun ini sekian untuk demo. Karena demo nggak pernah dianggarkan secara rutin, sistemik di dalam proses planning. Musrenbang tidak pernah ada target handle sekian juta untuk demo, nggak ada," ujarnya.

Untuk menilik berapa besar anggaran yang dikeluarkan untuk mengamankan demontrasi, sebelumnya, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyebutkan anggaran yang dikeluarkan untuk mengamankan pada Aksi Bela Islam II atau yang kemudian dikenal dengan 'Aksi 4 November' atau 'Aksi Damai 411' mencapai Rp 33 miliar dengan menerjunkan sekitar 20.000 personel kepolisian.

Adapun untuk pengamanan Aksi Bela Islam III atau aksi 212 yang dilaksanakan pada 2 Desember 2016, dana yang dikeluarkan pemerintah lebih banyak yaitu mencapai Rp 43 miliar. Pihak kepolisian bahkan mengerahkan sebanyak 27 ribu gabungan Polri dan TNI dalam aksi tersebut.

Ternyata aksi-aksi tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jika ditoal hingga sekarang ini, jumlah anggaran yang dikeluarkan pihak kepolisian untuk aksi bela islam II dan III saja sudah menghabiskan biaya lebih dari Rp 76.000.000.000 alias 76 miliar rupiah.

Berapa biaya pengamanan aksi 313 besok?

(AS)
  1. DKI Jakarta
KOMENTAR ANDA