MESIOTDA Media Interaksi Otonomi Daerah
  1. MESIOTDA
  2. INFO AKTUAL

Banyuwangi kembangkan budidaya lele menggunakan kolam bioflok

"Sistem bioflok ini memiliki keunggulan karena bisa pakai lahan yang terbatas dan dengan pakan alami," kata Hary.

Budidaya Lele di Banyuwangi. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Selasa, 09 Mei 2017 13:49

Merdeka.com, Mesiotda - Setelah sukses dengan program 10 ribu kolam ikan, Banyuwangi, kini mencanangkan 100 ribu kolam ikan. Untuk menyukseskan program tersebut, Banyuwangi akan menerapkan subsidi silang untuk budidaya lele dengan sistem bioflok.

Perusahaan budidaya ikan tawar yang telah sukses, diminta menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) pada masyarakat berupa kebutuhan untuk menerapkan sistem bioflok. Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan, Hary Cahyo Purnomo, dengan sistem bioflok tidak terlalu membutuhkan banyak pekarangan yang luas dan modal yang tidak terlalu besar.

"Kami minta perusahaan ikan yang sudah sukses untuk menyalurkan CSR-nya, dengan membantu Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) agar bisa menerapkan sistem ini," kata Hary, Kamis (4/5).

Menurut Hary, sistem bioflok sudah diterapkan di Pokdadan Bayu Pamili, Sragi Banyuwangi. Sistem ini merupakan budidaya ikan lele melalui proses penumbuhan dan pengembangan mikro organisme. Proses ini dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya menjadi gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami.

Kolam yang dibutuhkan tidak terlalu besar, menggunakan kolam yang terbuat dari terpal berbentuk bulat. Kolam tersebut berdiameter tiga meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Pemeliharaan lele dengan sistem ini, menggunakan pakan alami. Karena dengan bioflok limbah budidaya dijadikan pakan alami dengan menambahkan probiotik. Probiotik inilah yang akan mengurai sisa-sisa pakan menjadi flok atau gumpalan-gumpalan berisi mikroorganisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing) yang bisa dijadikan pakan alami ikan.

"Sistem bioflok ini memiliki keunggulan karena bisa pakai lahan yang terbatas dan dengan pakan alami," kata Hary.

Selain itu, air dari kolam ini juga baik untuk pupuk tanaman. Sehingga dengan penerapan sistem bioflok ini bisa diterapkan di sekitar lahan persawahan karena airnya cocok untuk tanaman.

Program 10 ribu kolam ikan yang digagas Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah menuai hasil. Dari target 10 ribu kolam telah terdapat 13.215 kolam ikan. Dari 13.215 kolam ikan tersebut bisa menghasilkan 3.700 ton ikan dengan potensi omzet Rp 50 miliar.

Terdapat lebih 5 ribu pembudidaya ikan di Banyuwangi. Dengan demikian perekonomian rakyat bisa meningkat. Kecamatan-kecamatan di Banyuwangi memiliki pengairan yang melimpah. Seperti Glagah, Licin, Sgobang, Kalibaru, Songgon, Sempu sehingga cocok untuk budidaya ikan air tawar.

(MT/MT)
  1. Info Daerah
KOMENTAR ANDA